Breaking News

Temukan Pembelajaran dari Mimpi Anda

Semua orang kenal dengan yang namanya mimpi, termasuk saya dan Anda yang saat ini sedang membaca postingan ini.

Contoh sederhana, ketika Anda membayangkan kelak dimasa depan Anda ingin memiliki rumah, mobil atau bercita-cita ingin menjadi orang terkenal, biasanya tindakan atau perbuatan seperti itu bisa disebut mimpi. “aku bermimpi suatu saat nanti akan ….” kurang lebih seperti itulah ungkapannya.

Contoh lainnya :  ”Tadi malam saya bermimpi bahwa saya diatas pelaminan melangsungkan pesta pernikahan dengan seseorang, tapi tiba-tiba saya terbangun dan ternyata saya di atas tempat tidur”, nah ilustrasi tersebut bisa kita sebut MIMPI.

Dengan dua contoh diatas kira-kira Anda bisa memahami bahwa sebutan MIMPI biasanya di tujukan untuk dua hal tersebut.
Dengan demikian pengertian MIMPI secara sederhana bisa kita simpulkan seperti ini :

  1. Mimpi = keinginan, cita-cita, harapan dan khayalan untuk suatu hal yang ingin terjadi di masa depan
  2. Mimpi = Gambaran aktivitas atau kejadian yang terjadi pada saat seseorang tidur.


Adapun Wikipedia mengartikan mimpi sebagai berikut :

Mimpi adalah pengalaman pikiran bawah sadar yang melibatkan penglihatanpendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Dalam sharing kali ini, saya ingin mencoba mengajak teman-teman memahami lebih jauh mengenai mimpi (gambaran aktivitas atau kejadian yang terjadi pada saat seorang tidur) . 

Dari Penelitiannya Coutts (2008) berpendapat bahwa mimpi memodifikasi dan menguji skema mental saat tidur dalam sebuah proses yang ia namakan seleksi emosional, dan bahwa hanya modifikasi skema yang tampak adaptif (menyesuaiakan diri dengan keadaan) secara emosional saat uji mimpi dipilih untuk retensi  (menyimpan atau membuang emosi didalam pikiran).

Dan Hemat saya dari beberapa literatur yang saya baca bahwa mimpi sering merupakan persiapan emosional untuk memecahkan masalah. Perasaan mimpi yang tersisa dapat memperkuat ataupun menginhibasi (menurutkan motivasi ) tindakan yang telah di kontemplasikan ( diniatkan ).

Dan selanjutnya mari kita perhatikan Pengertian Mimpi dari sudut pandang Islam dan dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda:

“Apabila sesorang dari kamu melihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR : Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,yang artinya :
“Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”. Para shahabat bertanya :”apa itu berita-berita gembira?”, Rasulullah saw bersabda: “mimpi yang baik” (hr. Bukhari).

diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw:
“Sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw mencelanya dan bersabda : “janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)” (HR. Muslim)

Dan secara sederhana saya meringkas bahwa mimpi berdasarkan hadist diatas terbagi atas dua yaitu mimpi baik dan mimpi buruk.

Lalu bagaimana tentang fenomena-fenomena penafsiran mimpi yang dilakukan oleh sebahagian orang pada saat ini ?

“Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Yusuf : 6)

Dari  ayat diatas bisa kita cermati, bahwa mimpi adalah suatu perkara yang dikenal dalam islam, dan lebih dari itu Allah subhanahu wata’la memberikan beberapa kelebihan kepada nabiNya, yaitu kemampuan untuk menta’wil atau menterjemahkan maskud dari mimpi. salah satunya kepada nabi Yusuf ‘alaihi salam, yang kita kenal memiliki mu’jizat menafsirkan mimpi.

Saat ini masih banyak sekali orang yang mencari-cari ta’wil atau arti dari mimpi yang dialami, dan bertanya kepada orang yang mengaku Mengetahui arti dari Mimpi-mimpi yang secara tidak langsung dia mengakui memiliki kemampuan seperti nabi Yusuf.

yang perlu kita pahami saat ini adalah Mimpi adalah Proses Seleksi emosi didalam pikiran pada saat tertidur.

Dan mimpi itu ada dua maca, mimpi baik yang datangnya dari Allah dan mimpi buruk yang datangnya dari syaitan, tidak perlu kita mencari-cari arti mimpi kita, karena kebanyakan jawaban dari penta’wil mimpi saat ini adalah salah.


Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi Anda yang membaca, saya sangat terbuka sekali menerima hal baru dari Anda yang mengetahui lebih jauh mengenai MIMPI ini.


Referensi :
Terjemahan : Coutts, R (2008). Dreams as modifiers and tests of mental schemas: an emotional selection hypothesis. Psychological Reports, 102, 561-574.
konsultasisyariah.com